Kamis, 29 Oktober 2009

RESPON IMUN

Respon imun berawal sewaktu sel B atau T berikatan, seperti kuci dengan anak gemboknya, dengan suatu protein yang diidentifikasi oleh sel T atau B sebagai benda asing.

Selama perkembangan masa janin di hasilkan ratusan ribu sel B dan sel T yang memilki potensi yang berikatan dengan protein spesifik. Protein yang dapat berikatan dengan sel T dan B mencakup protein yang terdapat di membran sel bakteri, mikoplasma, selubung virus, atau serbuk bunga, debu, atau makanan tertentu. Setiuap sel dari seseotang memilki proitein-protein permukaan yang dikenali berbagai benda asing oleh sel T atau B milik orang lain. Protein yang dapat berikatan dengan sel; T atau B di sebut deengan antigen, apabila suatu antigen menyebabkan sel T atau B menjadi aktif bermultiplikasi dan berdeferensiaasi lebih lanjut, maka antigen tersebut dapat bersifat imunogenik.



IMUNITAS
Untuk melindungi diri dari ancaman terhadap jati dirinya, tubuh manusia telah mengembangkan reaksi pertahanan seluler yang disebut respon imun.
Kata imunologi dan imunitas berasal dari kata latin immunitas, yang pada zaman Romawi digunakan untuk menjelaskan adanya perlindungan terhadap tugas-tugas kemasyarakatan dan tuntutan hukum bagi para senator Romawi semasa mereka menjabat. Secara historis istilah ini kemudian digunakan untuk menjelaskan perlindungan terhadap penyakit infeksi. Untuk melindungi dirinya, tubuh memerlukan mekanisme yang dapat membedakan sel-sel itu sendiri (Self) dari agen-agen penginvasi (nonself).
Imunitas mempunyai tiga fungsi utama :
Perannya dalam pertahanan adalah menghasilkan resistensi terhadap agen penginvasi seperti mikroorganisme.
Perannya dalam surveilans adalah mengindentifikasi dan menghancurkan sel-sel tubuh sendiri yang bermutasi dan berpotensi menjadi neoplasma.
Perannya dalam homeostasis adalah membersihkan sisa-sisa sel dan zat-zat buangan sehingga tipe-tipe sel tetap seragam dan tidak berubah.

ANTIGEN
Banyak benda asing jika dimasukkan ke dalam tubuh hospes berkali-kali, respon yang ditimbulkan selalu sama. Namun, ada benda asing tertentu yang mampu menimbulkan perubahan pada hospes sedemikian rupa sehingga reaksi selanjutnya berbeda daripada reaksi sewaktu pertama kali masuknya benda asing tersebut.
Respon yang berubah semacam itu dipihak hospes disebut sebgai respon imunologis dan benda-benda asing yang menyebabkan reaksi tersebut dinamakan antigen atau imunogen.
Tujuan utama respon imun adalah menetralkan , menghancurkan atau mengeluarkan benda asing tersebut lebih cepat dari biasanya.



SIFAT KHAS RESPON IMUN
Tujuan respon imun adalah untuk melenyapkan benda yang bersifat antigenik dengan cepat, hal ini dilakukan oleh tubuh melalui dua macam cara. Cara pertama, respon imun humoral, dipengaruhi oleh imunoglobulin, gammaglobulin dalam darah, yang disintesis oleh hospes sebagai respon terhadap masuknya benda antigenik. Reaksi imunologis kedua, respon imun selular, dilakukan secara langsung oleh limfasit yang berproliferasi akibat amsuknya antigen tersebut. Sel-sel ini bereaksi secara spesifik dengan antigen (tanpa intervensi dari imunoglobulin).

JARINGAN IMUNOREAKTIF
Bagian respon imun yang mengakibatkan pembentukan antibodi imunoglobulin atau proliferasi sel-sel reakstif antigen kadang-kadang disebut sebagai fase aferen atau fase induksi dari respon imun. Limfosit dan makrofag adalah sel-sel yang terutama bertanggung jawab atas bagian respon ini. Lebih khusus, apa yang dinamakan jaringan limfosit tubular yang terlihat. Sekali antibodi sudah disintesis atas sel-sel reaktifan/antigen sudah berproliferasi, maka mereka akan tersebar secara luas dalam berbagai jaringan tubuh, sehingga jika antigen itu dimasukkan kembali pada sembarang tempat, dapat terjadi reaksi imunologis yang efisien.

GAMBARAN SINGKAT SISTEM IMUN
SISTEM LIMFOID (IMUN)
Sistem limfoid terdiri dari berbagai sel, jaringan dan organ yang merupakan tempat prekursor dan turunan limfosit berasal, berdiferensiasi, mengalami pematangan dan tersangkut. Semua sel darah berasal dari prekursor bersama, yaitu sel bakal pluripotensial. Sel bakal pluripotensial adalah sel-sel embrionik yang dapat membentuk bermacam-macam sel hematopoetik dan dapat membelah diri. Sel-sel ini ditemukan dalam sumsum tulang dan jaringan hematopoetik lain serta menghasilkan semua komponen darah (misalnya, eritrosit, trombosit, granulosit, monosit dan limfosit).

ORGAN LIMFOID PRIMER
Walaupun terdapat di semua bagian tubuh, namun limfoid cenderung terkonsentrasi di beberapa organ limfoid, termasuk sumsum tulang, timus, limpa, kelenjar getah bening dan jaringan limfoid terkait organ. Sumsum tulang dan timus dianggap sebagai organ limfoid primer.

ORGAN LIMFOID SEKUNDER
Organ limfoid sekunder mencakup limpa, kelenjar getah bening dan jaringan tidak berkapsul. Contoh-contoh jaringan tidak berkapsul adalah tonsil, adenoid dan bercak-bercak jaringan limfoid di lamina propria (jaringan ikat fibrosa yang terletak tepat di bawah epitel permukaan selaput lendir) dan di sub mukosa saluran cerna.

IMUNITAS SELULAR
Peran sel T dapat dibagi menjadi dua fungsi utama : fungsi regulator dan fungsi efektor. Fungsi regulator terutama dilakukan oleh salah satu subset sel T, sel T penolong (CD4). Sel-sel CD4 mengeluarkan molekul yang dikenal dengan nama sitokin (protein berberat molekul rendah yang disekresikan oleh sel-sel sistem imun) untuk melaksanakan fungsi regulatornya. Sitokin dari sel CD4 mengendalikan proses imun seperti pembentukan imunoglobulin oleh sel B, pengaktivan sel T lain dan pengaktifan makrofag. Fungsi efektor dilakukan oleh sel T sitotoksik (sel CD8). Sel-sel CD8 ini mampu mematikan sel yang terinfeksi oleh virus, sel tumor dan jaringan transplantasi dengan menyuntikkan zat kimia yang disebut perforin ke dalam sasaranasing”. Baik sel CD4 dan CD8 menjalani pendidikan timus di kelenjar timus untuk belajar mengenal fungsi.
Fungsi utama imunitas selular adalah :
Sel T CD8 memiliki fungsi sitotoksik.
Sel T juga menyebabkan reaksi hipersensitivitas tipe lambat saat menghasilkan berbagai limfokin yang menyebabkan peradangan.
Sel T memiliki kemampuan untuk mengingat.
Sel T juga memiliki peran penting dalam regulasi atau pengendalian sel.

IMUNITAS HUMORAL
Sel B memiliki dua fungsi esensial : berdiferensiasi menjadi sel plasma yang menghasilkan imunoglobulin dan merupakan salah satu kelompok APC. Sel B mengalami pematangan dalam dua tahap, tetapi tidak seperti sel T, tidak matang di timus. Fase pertama pematangan sel B bersifat independen-antigen. Dan fase kedua adalah fase dependen – antigen, sel B berinteraksi dengan suatu imunogen, menjadi aktif dan membentuk sel plasma yang mampu mengeluarkan antibodi.

IMUNOGLOBULIN
Imunoglobulin (antibodi) , yang membentuk sekitar 20% dari semua protein dalam plasma darah, adalah produk utama sel plasma. Selain di plasma darah, imunoglobulin juga ditemukan di dalam air mata, air liur, sekresi mukosa saluran napas, cerna dan kemih-kelamin, serta kolostrum.
Fungsi imunoglobulin adalah :
Menyebabkan sitotoksisitas yang diperantarai oleh sel yang dependen antibodi.
Memungkinkan terjadinya imunisasi pasif
Meningkatkan opsonisasi (pengendapan komplemen pada suatu antigen sehingga kontak lekat dengan sel fagositik menjadi lebih stabil).
Mengaktifkan komplemen (kumpulan glikoprotein serum)
Menyebabkan anafilaksis.

IMUNITAS : ALAMI DAN DIDAPAT
Ada dua tipe umum imunitas, yaitu : alami (natural) dan didapat (akuisita). Imunitas alami yang merupakan kekebalan non spesifik sudah ditemukan pada saat lahir. Sedangkan imunitas di dapat atau imunitas spesifik terbentuk sesudah lahir.
Imunitas alami akan memberikan respon nonspesifik terhadap setiap penyerang asing tanpa memperhatikan komposisi penyerang tersebut. Dasar pertahanan alami semata-mata berupa kemampuan untuk membedakan antara sahabat dan musuh atau antaradiri sendiridanbukan diri sendiri”. Mekanisme alami semacam ini mencakup sawar (barier) fisik dan kimia, kerja sel-sel darah putih dan respon inflamasi.
Imunitas di dapat biasanya terjadi setelah seseorang terjangkit penyakit atau mendapatkan imunisasi yang menghasilkan respon imun yang bersifat protektif. Beberapa minggu atau bulan sesudah seseorang terjangkit penyakit atau mendapatkan imunisasi akan timbul respon imun yang cukup kuat untuk mencegah terjadinya penyakit atau jangkitan ulang. Ada dua tipe imunitas yang di dapat, yaitu aktif dan pasif.
Pada imunitas yang didapat aktif, pertahanan imunologi akan dibentuk oleh tubuh orang yang dilindungi oleh imunitas tersebut. Imunitas ini umumnya berlangsung selama bertahun-tahun atau bahkan seumur hidup.
Imunitas didapat yang pasif merupakan imunitas temporer yang ditransmisikan dari sumber lain yang sudah memiliki kekebalan setelah menderita sakit atau menjalani imunisasi.


MEKANISME ELIMINASI ANTIGEN
Fungsi akhir dari sistim imun adalah mengeliminir bahan asing. Hal ini dilakukan melalui berbagai jalan:
1) Sel Tc dapat menghancurkan antigen asing seperti sel kanker dan sel yang mengandung virus secara langsung melalui penglepasan sitotoksin.
2) Antibodi berfungsi dalam respons imun melalui beberapajalan
a)Neutralisasi toksin
Antibodi yang spesifik (IgG, IgA) untuk toksin bakteri atau bisa serangga/ular dapat mengikat antigen dan menginaktif-kannya. Kompleks ikatan tersebut selanjutnya akan dieliminir oleh sistim fagosit makrofag.
b)Neutralisasi virus Antibodi yang spesifik (IgG, IgA) ter-hadap epitop pada permukaan virus akan mencegah ikatan virus dengan sel mukosa sehingga mencegah infeksi, Sel NK dapat menghancurkati sel yang diinfeksi virus.
c) Opsonisasi bakteri
Antibodi (IgG, IgM) dapat menyelimuti permukaan bakteri sehingga memudahkan eliminasi oleh fagosit (yang memiliki reseptor untuk Fc dari Ig). Ikatan dengan makrofag tersebut memudahkan fagositosis (opsonin).
d)Aktivasi komplemen
Beberdpa kelas antibodi (IgG, IgM, IgA) dapat mengaktif-kan komplemeti. Bila epitop ada pada permukaan sel misalnya bakteri, maka komplemen yang diaktifkan dapat menghancurkan sel tersebu melalui efek enzim. Beberapa komponen kom-plemen (C3b, C4b) juga memiliki sifat opsonin. Opsonin terse-but berikatan dengan kompleks antigen-antibodi dan akhirnya dengan·reseptor pada permukaan makrofag sehingga memu-dahkan fagositosis. Ada komponen komplemen yang berupa kemotaktik (C3a, C5a) untuk neutrofil dan ada yang mengaktif-kan mastositdan basofil (anafilatoksin) untuk melepas histamin.
Beberapa bakteri seperti E. coil dan S. aureus dapat mengaktif-kan komplemen langsung melalui jalur alternatif. Respons me-lalui komplemen sangat kompleks dan penting dalam inflamasi yang juga merupakan mekanisme pertahanan. Sistim enzim lain yang berperanan pada inflamasi ialah sistim kinin, clotting dan fibrinolitik.
e) ADCC
Antibodi utama IgG dapat diikat Killer cell (sel K) (atau sel lain seperti eosinofil, neutrofil, yang memiliki reseptor untuk Fc dari IgG). Sel yang dipersenjatai olch IgG tersebut dapat mengikat sel sasaran (bakteri, sel tumor, penolakan transplan,penyakit autoimun dan parasit) dan membunuhnya. Beda sel K dari sel Tc ialah karena sel K tidak memiliki petanda CD8 dan memerlukan antibodi dalam fungsinya.
3) Inflamasi dan hipersensitivitas lambat (Delayed Type Hypersensitivity, DTH)
Menyusul presentasi antigen oleh sel APC, sel Th melepas limfokin yang mengerahkan dan mengaktilkan makrofag dan menimbulkan reaksi inflamasi. Respons inflamasi ini disebut.
lambat atau hiperreaktivitas lambat oleh karena memerlukan 24-28 jam sedang respons inflamasi yang terjadi melalui antibodi terjadi dalam beberapa menit-jam. Kedua respons inflamasi tersebut juga berbeda dalam jenis sel yang dikerahkan: pada respons lambat sel mononuklear dan pada inflamasi antibodi-komplemen, terutama sel polimorfonuklear.
Inflamasi mempunyai efek baik dan buruk oleh karena di samping eliminasi bahan asing, juga dapat menimbulkan kerusakan jaringan.
4)Eliminasi protozoa
Baik imunitas humoral maupun selular (makrofag dan sel T yang diaktifkan) berperanan pada eliminasi P. carinii, Giardia dan T
5). Eliminasi jamur
Respons imun terhadap jamur adalah kompleks; yang penting antara lain mekanisme selular clan efek toksik melalui neutrofil. Dinding sel jamur dapat mengaktifkan komplemen (jalur alternatif) yang menghasilkan opsonin dan memudahkan fagositosis.

Rabu, 14 Oktober 2009

“Barangsiapa berpuasa penuh di bulan Ramadhan lalu menyambungnya dengan (puasa) enam hari di bulan Syawal, maka (pahalanya) seperti ia berpuasa selama satu tahun.”

(HR. Muslim).

Imam Ahmad dan An-Nasa’i, meriwayatkan dari Tsauban, Nabi shallallahu ‘alaihi wasalllam bersabda:

“Puasa Ramadhan (ganjarannya) sebanding dengan (puasa) sepuluh bulan, sedangkan puasa enam hari (di bulan Syawal, pahalanya) sebanding dengan (puasa) dua bulan, maka itulah bagaikan berpuasa selama setahun penuh.”
( Hadits riwayat Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban dalam “Shahih” mereka)

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Barangsiapa berpuasa Ramadhan lantas disambung dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia bagaikan telah berpuasa selama setahun. ” (HR. Al-Bazzar) (Al Mundziri berkata: “Salah satu sanad yang beliau miliki adalah shahih.”)

Pahala puasa Ramadhan yang dilanjutkan dengan puasa enam hari di bulan Syawal menyamai pahala puasa satu tahun penuh, karena setiap hasanah (kebaikan) diganjar sepuluh kali lipatnya, sebagaimana telah disinggung dalam hadits Tsauban di muka.

Membiasakan puasa setelah Ramadhan memiliki banyak manfaat, di antaranya :

  1. Puasa enam hari di bulan Syawal setelah Ramadhan, merupakan pelengkap dan penyempurna pahala dari puasa setahun penuh.
  2. Puasa Syawal dan Sya’ban bagaikan shalat sunnah rawatib, berfungsi sebagai penyempurna dari kekurangan, karena pada hari Kiamat nanti perbuatan-perbuatan fardhu akan disempurnakan (dilengkapi) dengan perbuatan-perbuatan sunnah. Sebagaimana keterangan yang datang dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam di berbagai riwayat. Mayoritas puasa fardhu yang dilakukan kaum muslimin memiliki kekurangan dan ketidak sempurnaan, maka hal itu membutuhkan sesuatu yang menutupi dan menyempurnakannya.
  3. Membiasakan puasa setelah Ramadhan menandakan diterimanya puasa Ramadhan, karena apabila Allah Ta’ala menerima amal seorang hamba, pasti Dia menolongnya dalam meningkatkan perbuatan baik setelahnya. Sebagian orang bijak mengatakan: “Pahala amal kebaikan adalah kebaikan yang ada sesudahnya.” Oleh karena itu barangsiapa mengerjakan kebaikan kemudian melanjutkannya dengan kebaikan lain, maka hal itu merupakan tanda atas terkabulnya amal pertama.
    Demikian pula sebaliknya, jika seseorang melakukan suatu kebaikan lalu diikuti dengan yang buruk maka hal itu merupakan tanda tertolaknya amal yang pertama.
  4. Puasa Ramadhan -sebagaimana disebutkan di muka- dapat mendatangkan maghfirah atas dosa-dosa masa lain. Orang yang berpuasa Ramadhan akan mendapatkan pahalanya pada hari Raya ‘ldul Fitri yang merupakan hari pembagian hadiah, maka membiasakan puasa setelah ‘Idul Fitri merupakan bentuk rasa syukur atas nikmat ini. Dan sungguh tak ada nikmat yang lebih agung dari pengampunan dosa-dosa.Oleh karena itu termasuk sebagian ungkapan rasa syukur seorang hamba atas pertolongan dan ampunan yang telah dianugerahkan kepadanya adalah dengan berpuasa setelah Ramadhan. Tetapi jika ia malah menggantinya dengan perbuatan maksiat maka ia termasuk kelompok orang yang membalas kenikmatan dengan kekufuran. Apabila ia berniat pada saat melakukan puasa untuk kembali melakukan maksiat lagi, maka puasanya tidak akan terkabul, ia bagaikan orang yang membangun sebuah bangunan megah lantas menghancurkannya kembali. Allah Ta’ala berfirman:
    “Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat menjadi cerai berai kembali “(An-Nahl: 92)
  5. Dan di antara manfaat puasa enam hari bulan Syawal adalah amal-amal yang dikerjakan seorang hamba untuk mendekatkan diri kepada Tuhannya pada bulan Ramadhan tidak terputus dengan berlalunya bulan mulia ini, selama ia masih hidup.

Selasa, 08 September 2009

KisaH yAnG MenyEntuH KaLBu...............


Gadis Kecil Peminta-minta

Cerpen by : Ely Chandra Peranginangin

Aku benci sekali harus melewati persimpangan jalan itu, apalagi kalau lampu merah. Entah sudah berapa kali aku melewatinya dan memang itulah jalan satu-satunya menuju kostku. Setiap kali lampu merah, pasti akan banyak peminta-minta atau pedagang asongan yang segera menghampiri. Memang mereka tidak memaksa tetapi aku malas untuk berulangkali menolak permintaan yang sama dari mereka yaitu uang receh. Mereka menawarkan dagangannya, ada yang meminta-minta ada yang mengamen. Semuanya justru menambah keruwetan kota apalagi kalau hari siang.


Siang itu aku kembali terjebak pada persimpangan yang sama. Seperti biasa para peminta-minta segera berhamburan meminta-minta kepada para pengendara. Kalau yang tidak memaksa, aku sih sudah mulai cuek, mungkin sudah tidak bisa dihindari lagi, tapi kadang-kadang ada juga yang memaksa yang terkadang membuatku kesal juga. Seorang anak kecil menghampiri pengendara sepeda motor di sampingku. Pandanganku tidak tertarik pada anak kecil peminta-minta itu, aku justru memperhatikan pengendara sepeda motor tersebut yang ternyata seorang cewek, dan sepertinya seorang mahasiswi.


Kuperhatikan reaksinya, dalam hati aku berfikir, paling ia akan menolak seperti apa yang aku lakukan. Ternyata dugaanku meleset. Ia memberikan anak itu uang ribuan dua lembar, dan juga permen. Baik juga nih cewek pikirku dalam hati. Sementara itu ia kembali memusatkan pandanganya pada lampu merah. Kulihat anak kecil itu gembira. Ia berteriak pada teman-temannya. “Ada permen! Ada permen!” katanya dengan gembira, memanggil teman-temannya. Teman-temannya menghampirinya dan ia membaginya. Uang ribuan yang ada di dalam kaleng minta-mintanya tidak diperhatikannya. Aku terdiam. Tak lama lampu hijau menyala dan aku segera berlalu. Lama aku berfikir. Apalah arti permen? Uang dua ribu yang didapatnya lebih banyak jika dibelikan permen yang sama. Seharusnya ia lebih gembira dapat uang ribuan tersebut daripada permen, bukankah itu yang dilakukan sebagian besar orang? Aku tersadar, pemberian tidak harus selalu uang, dan uang belum tentu lebih berarti daripada benda yang kita pikir tidak lebih bermakna daripada uang itu sendiri. ***


Semoga cerita ini bisa memberikan sedikit pencerahan jiwa. Semoga Bermanfaat.

by : Kamel


PerKaTaan YanG InDaH aDaLaH,,, "ALLAH" LaGu YaNg MeRdU aDaLaH,,, ,,ADZAN,, mEdiA yAnG tErBaiK aDaLaH,,, ..AL QURAN.. sEnAm YaNg SeHaT aDaLaH,,, ,,SHALAT,, DiEt YaNg SeMpUrNa AdALaH,,, "PUASA"

Kamis, 04 Juni 2009

.::*~KECANTIKAN MUSLIMAH SEJATI~*::.

Setiap kecantikan bagi seseorang individu datangnya daripada Allah Ta'ala.

Tetapi ingatlah kecantikan paras rupa,indahnya pipi bak pauh dilayang,bibir merah umpama delima merekah,hidung yang mancung bagai seludang akan musnah jua akhirnya andai tidak dihiasi peribadi dirinya dengan cahaya keimanan dan Islam.

Zaman dahulu,orang tidak pernah terfikir bahawa dengan teknologi moden,manusia mampu merampingkan pinggang,menghilangkan kedut-kedut di muka dan memancungkan hidung.

Malah di era kemodenan ini,rupa paras boleh diubah melalui pembedahan plastik dan tua boleh dilewatkan dengan memakan hormon estrogen.

Malah ada segelintirnya pula sanggup mati akibat penyakit aneroxia nervosa.Ada pula yang rela bersenam berjam-jam sehari,tahan lapar berhari-hari atau membelanjakan beribu-ribu ringgit untuk tujuan tersebut.

Dan tidak hairanlah,pertandingan ratu cantik yang diadakan mendapat perhatian daripada masyarakat umum khususnya golongan remaja.Masing-masing berlumba memperagakan maruah dan harga diri untuk dipertontonkan di khalayak ramai semata-mata mengejar glamour dan nama.Dan ada pula yang sanggup menggadaikan maruah keseluruhan negara,kononnya ingin menjadi ratu cantik seluruh negara.

Semua permasalahan yang berlaku ini melibatkan maruah kaum wanita.Tidak cukup dengan eksploitasi wanita di media-media massa dan iklan-iklan tanahair,maruah wanita pula diperdagangkan untuk diimport eksportkan ke pelusuk dunia.Tubuh badan yang sewajarnya ditutup litup mengikut syariat Islam,kini bagi haiwan yang tidak terasa malu tanpa berpakaian.

Dan tidak mustahil suatu hari nanti,ada pertandingan'Raja Kacak'.Kalau sekarang ada ratu cantik,mungkin menjelang tahun 2020,timbul pula pertandingan baru untuk kaum lelaki. Semua makhluk di muka bumi ini asal kejadiannya adalah dari setitis air mani yang hina,bentuknya adalah semata-mata berasal dari tanah dan kembali kepada tanah jua.Justeru itu,tiada perbezaan antara penilaian Islam dalam menilai kecantikan setiap individu.Dan janganlah kita menyalahkan takdir Ilahi seandainya rupa paras yang diciptakan oleh Allah Ta'ala mempunyai kecacatan dan kurang menarik.

Bersyukurlah dengan apa yang Allah Ta'ala kurniakan.Islam tidak pernah membezakan manusia berdasarkan hubungan darah,keturunan dan suku bangsa.Namun Islam membezakannya berdasarkan taQwa kepada Allah Ta'ala.Itulah kemuliaan sebenar pada manusia. Islam meletakkan ukuran kecantikan bukan pada raut wajah yang manis,pada putih kuning kulitnya,tubuh atau sorotan mata yang menawan,tetapi biarlah hati dan juga akalnya juga cantik.Malah kecantikan hati diletakkan paling utama,diikuti dengan kecantikan akal dan akhir sekali barulah kecantikan paras rupa.

Kecantikan paras rupa ini ada atau tidak ada,sama sahaja di sisi Allah Ta'ala.Ini jelas digambarkan berdasarkan sepotong hadis Nabi s.a.w:"Sesungguhnya Rasulullah s.a.w berkata kepada Abu Zar:"Lihatlah sesungguhnya engkau tidak dinilai mulia kerana kulit merah dan juga kerana hitam, sebaliknya mulianya kamu dengan sebab taQwa"(Riwayat Ahmad).Bukan itu sahaja,malahan Islam mengukur kecantikan dengan melihat kebersihan dari segala unsur yang bertepatan dengan ketentuan Allah Ta'ala. TaQwa itulah yang dimaksudkan kecantikan hati.hati yang cantik adalah hati yang sangat sensitif terhadap Allah Ta'ala.Merasakan kehebatan dan kebesaranNya sehingga merasakan diri sangat hina dan lemah.Perasaan yang lahir inilah yang dapat menyingkir segala sifat-sifat"kesyaitanan"dalam hati manusia seperti pemarah,ego,bangga diri,sombong,rakus dan sebagainya. Inilah falsafah kecantikan sebenar menurut Islam.Justeru itu,mereka yang cacat fizikalnya atau tidak menarik dinilai,adalah orang yang tercantik di dunia jika di dalam tubuhnya yang cacat itu bersemanyam megah jiwa atau batin yang cemerlang dan sentiasa dicuci dengan Nur Ilahi.Sedangkan orang yang memiliki tubuh badan yang sempurna,cantik dipandang mata dunia,sebaliknya di dalam jiwa mereka bersarang istana-istana syaitan,mahligai iblis dan dipenuhi oleh kemusyrikan akidah yang terpesong dari landasan Islam.Perkara ini diistilahkan oleh al-Quran umpama mereka yang najis. Ingatlah,setiap individu tidak akan merasakan sebarang kerugian andaikan kecantikan hati menjadi buruan setiap wanita. Bukannya Allah Ta'ala yang akan mendapat keuntungan tersebut,tetapi manusia itu sendiri.Lihatlah,betapa banyak manfaatnya bila kecantikan hati menjadi buruan utama setiap wanita.Antaranya ialah; 1) Dihindari Dari Bahaya Setiap wanita berperanan melindungi kecantikan paras rupanya daripada dipertontonkan di khalayak umum,lebih terselamat dari bahaya fitnah dan gangguan.Umpama intan berlian,seandainya dipertunjuk- tunjukkan,akan menarik perhatian pencuri,dan begitulah sebaliknya. 2) Mengelakkan Pembaziran Memburu kecantikan paras rupa memakan kos yang sangat tinggi.Berbagai-bagai usaha yang dilakukan untuk mencari alat-alat kecantikan wajah,"make up",membesarkan sanggul dan bahagian-bahagian yang tertentu yang mungkin boleh menarik perhatian orang kepadanya untuk menutup keburukan yang dialaminya itu.Akan tetapi,memburu kecantikan hati tidak memerlukan belanja yang tinggi.Sewajarnya wang yang digunakan untuk membeli alat kecantikan wajah dipergunakan untuk soal-soal yang lebih penting seperti mendapat pendidikan yang baik,menolong faQir miskin,kerja-kerja yang bermanfaat untuk agama,masyarakat,bangsa dan negara. 3) Membina Kasih sayang Yang Hakiki Kecantikan yang dinilai pada hati,ia akan lebih berkekalan,berbanding dengan kecantikan yang dinilai pada paras rupa.Kecantikan hati tidak akan luput.Umpamanya,kasih sayang seorang suami terhadap isterinya kerana hati atau akhlaknya akan kekal lama.Kunci kasih sayang dalam sesebuah keluarga ataupun masyarakat adalah ikatan hati yang sentiasa berpaut antara satu sama lain. 4) Melahirkan Masyarakat Yang Harmoni Hati yang terdidik dalam mengejar kecantikan yang sebenar akan dapat menyuburkan sifat-sifat terpuji seperti pemurah,sabar, pemaaf, bertolak ansur,lemah lembut,redha atas segala pemberian Allah Ta'ala,cintakan akhirat,cintakan Allah Ta'ala dan sebagainya.akan selesai dan hilanglah perasaan buruk sangka,umpat dan kata,menipu dan pecah belah dalam rumahtangga serta sebagainya. Begitulah besarnya hikmah mengapa Allah Ta'ala meletakkan kecantikan hati sebagai buruan utama setiap wanita.Tidak hairanlah,mengapa para hukama' yang mengatakan:"Bila baik wanita dalam sesebuah negara,baiklah negara tersebut".Oleh yang demikian.wanita yang benar-benar menginginkan lebih hak membangunkan negara,perlulah dia memperjuangkan diri dalam memburu kecantikan hati. Sesungguhnya ukuran kecantikan wanita muslimah yang dapat dinilai dari kaca mata Islam yang sebenar ialah; - Dengan imannya yang mendalam,yang memakmurkan hatinya dan melapangkan dadanya serta menggerakkan syiarnya. - Dengan akalnya yang bijak sana dan fikiran yang bercahaya serta berpandangan yang luas. - Dengan tingkahlaku dan akhlaknya yang mulia serta amalannya yang soleh. - Dengan kecintaannya terhadap Allah Ta'ala,sentiasa mengingatinya, melaksanakan segala perintahnya danmeninggalkan segala larangannya dan mengikut sunnah Rasulullah s.a.w - Dengan ikhlas kepada suaminya dan memuliakannya serta bersolek untuknya,mentadbir dan mentarbiah anak-anak menjadi generasi yang cemerlang. - Mempunyai sifat-sifat mahmudah seperti lemah lembut,kasih sayang,peramah,pemurah,dermawan dan sebagainya. Sifat-sifat inilah yang sepatutnya menjadi dasar pilihan muslimin dalam membina dan membentuk sebuah mahligai kebahagiaan untuk mendirikan rumahtangga kepada muslimat.Nabi Muhammad s.a.w pernah berpesan dalam hadisnya:"Apabila datang(meminang)kepada kamu seorang lelaki yang kamu sukai akan akhlaknya dan agamanya,maka kahwinilah dia.Kalau kamu tidak berbuat demikian,kelak akan berlaku fitnah di atas muka bumi,kerosakan yang merata" Maksud kerosakan yang merata itu ialah kalaulah lelaki yang baik agamanya tidak menjadi pilihan kepada seorang wanita itu dan tidak mengambil kesempatan untuk berkahwin dengannya,maka sudah tentu dia akan memilih lelaki yang sebaliknya.Pilihan ini akan membawa kepada fitnah dalam hidupnya lantaran agamalah yang menjaga kedamaian rumahtangga.
********************************
Dipetik daripada
http://www.halaqah.net/v10